Pengalaman Arch Linux

Pengalamanku Menggunakan Arch Linux

Halo, Perkenalkan Nama Ku Ramdan Olii. Aku ingin menceritakan pengalamanku dalam menggunakan Arch Linux. Sejujurnya, aku bingung bagaimana cara menulis blog yang baik dan benar. Jadi akan ku ceritakan sebagus mungkin.

Apa itu Arch Linux?



Arch Linux itu adalah sebuah distro linux yang dikembangkan oleh Judd Vinet. Fokus Arch Linux itu berfokus pada user control. Pada Distro linux ini, semua benar benar diatur oleh user. Mau fokus ke performance ada distro CachyOS, mau fokus hemat daya? bisa di customize sesuka mungkin.

Aku sendiri menggunakan Arch Linux untuk bereksperiment. Aku sudah menggunakan Arch Linux sebagai Sistem Operasi sehari-hari. Mulai dari menonton YouTube, Bermain Game seperti Minecraft, Genshin Impact dan Where Winds Meet(sekarang udah jarang sih).

Untuk pekerjaan seperti Office, karena aku mahasiswa jadi butuh Microsoft Office. Sejujurnya, microsoft office itu sangat powerfull untuk pekerjaan office. Sebenarnya, banyak sih alternatifnya di linux yang udah native. Tapi, gak ada yang sepowerfull microsoft office.

Untuk mendownload microsoft office di linux, itu perlu banyak banget WorkAroundnya. Aku harus install winboat, download iso windows ghost spectre(iso windows apapun bisa sebenarnya.), lalu install Microsoft Office didalamnya. Benar benar sangat melelahkan. Ditambah lagi, dengan spesifikasi laptop ku yang pas-pasan membuat winboat sangat berat untuk dijalankan. Tapi, kalo performa laptop kalian ganas sih install aja.

Spesifikasi : 


Sampai saat ini microsoft office itu belum ada versi nativenya untuk linux. Untuk, sehari-hari bisa kok make onlyoffice. Cuma untuk hal-hal penting seperti skripsi atau tugas besar, saranku Microsoft Office aja.


Desktop Environtment

Apa itu Desktop Environtment?

dikutip dari Wikipedia 
Desktop Environment (DE) adalah antarmuka grafis (GUI) yang menjadi "wajah" dari sistem operasi Anda. Ini mencakup semua elemen visual yang Anda gunakan untuk berinteraksi dengan komputer—seperti wallpaper, ikon, taskbar, menu utama, serta aplikasi bawaan seperti file manager (pengelola file) dan kalkulator. [1, 2, 3]


Untuk Desktop Environtment ini, aku udah coba coba Gnome. Sudah sangat lama saya menggunakan Gnome, tapi baru-baru ini saya mencoba KDE Plasma. Kenapa saya berpindah dari Gnome ke KDE Plasma? Karena saya ingin mencoba SDDM. Banyak amat kata-kata teknis bang? ya beginilah aku kalo lagi bahas teknologi.

Apa itu SDDM?

dikutip dari Github Repository Resmi SDDM

SDDM is a modern display manager for X11 and Wayland sessions aiming to be fast, simple and beautiful. It uses modern technologies like QtQuick, which in turn gives the designer the ability to create smooth, animated user interfaces.

SDDM is extremely themeable. We put no restrictions on the user interface design, it is completely up to the designer. We simply provide a few callbacks to the user interface which can be used for authentication, suspend etc.

To further ease theme creation we provide some premade components like a textbox, a combox etc.

secara singkatnya sih, SDDM itu tuh kayak login screennya lah. Aku nge customize login screen ku dari awalnya boring begini 


menjadi begini

maaf kalau gambarnya burik.

Overall, aku merasa cukup nyaman berpindah ke linux. Meski, workaroundnya terlalu banyak sampai harus ngelibatkan banyak AI. Tapi, aku berhasil mengubah zona nyamanku yang awalnya Windows 11 forever menjadi Linux Forever.

Aku berharap, linux bisa lebih improve lagi ke arah office dan gaming sih.

Terima kasih, semua yang sudah membaca Artikelku.

Komentar